POLITIK DAN PEREMPUAN (TENTANG TINGKAT KETERWAKILAN PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERIODE 2019-2024)

Madur, Maria Theresia Ngindang (2022) POLITIK DAN PEREMPUAN (TENTANG TINGKAT KETERWAKILAN PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERIODE 2019-2024). Diploma thesis, Institut Pemerintahan dalam negeri.

[img]
Preview
Text
Repository Skripsi Maria Theresia Ngindang Madur. 23. A3. PIT. POLPEM.pdf

Download (710kB) | Preview

Abstract

Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang minimnya jumlah keterwakilan perempuan pada Pemilu Legislatif Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 2019-2024. Dari sebanyak 109 (seratus Sembilan) caleg perempuan yang terdaftar dalam Daftar Calon Tetap Pemilu Legislatif tahun 2019, hanya 1 (satu) orang saja caleg perempuan yang terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Ngada. padahal pemerintah telah mengeluarkan kebijakan affirmative action untuk menjamin terwujudnya jumlah keterwakilan perempuan dalam setiap aktivitas politik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan faktor penyebab minimnya jumlah keterwakilan perempuan pada Pemilu Legislatif Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 2019-2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu minimnya keterwakilan perempuan atau tidak terpenuhinya jumlah perempuan dalam pemilu legislatif Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2019-2024 disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi, sistem budaya patriarki masyarakat Ngada, pengklasifikasian kelas sosial antara laki-laki dan perempuan di Kabupaten Ngada, kondisi ekonomi para politisi perempuan yang kurang memadai, serta monimnya motivasi personal dan peran partai politik dalam mewujudkan keterwakilan perempuan pada pemilu legislatif tahun 2019 yang diselenggarakan di Kabupaten Ngada. Kesimpulan: Minimnya jumlah keterwakilan perempuan pada pemilu legislatif tahun 2019 yang diselenggarakan di Kabupaten Ngada rupanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor kebudayaan, kondisi sosial dan ekonomi para politisi perempuan, rendahnya motivasi personal dan peran partai politik dalam mewujudkan jumlah keterwakilan perempuan dalam kegiatan pemilu legislative tahun 2019. Untuk itu disarankan agar pemerintah dapat melakukan sosialisasi tentang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Disamping itu, partai politik perlu melakukan terobosan dalam rekrutmen dan kaderisasi anggota partai perempuan serta perlu dilakukannya penelitian lanjutan terkait peran partai politik dalam mewujudkan jumlah keterwakilan perempuan pada pemilu legislative periode –periode berikutnya. Kata kunci: Partisipasi politik, keterwakilan perempuan, pemilu legislatif

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Campus > IPDN Kampus Jatinangor
Depositing User: Politik Indonesia Terapan
Date Deposited: 23 Jun 2022 02:15
Last Modified: 23 Jun 2022 02:15
URI: http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/9912

Actions (login required)

View Item View Item