KOMUNIKASI PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH GAMPONG DAN TUHA PEUT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN BERDASARKAN SYARIAT ISLAM DI GAMPONG BAKCIRIH KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR

Mufid, Hidayatul (2022) KOMUNIKASI PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH GAMPONG DAN TUHA PEUT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN BERDASARKAN SYARIAT ISLAM DI GAMPONG BAKCIRIH KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR. Diploma thesis, INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI.

[img]
Preview
Text
repository-29.0030-HIDAYATUL MUFID-A2-dikonversi.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRACT Problem/Background (GAP): (Contains the background behind the research). The lack of coordination between the Gampong Government and Tuha Peut such as members of Tuha Peut rarely go to the office as a result, there is less face-to-face contact with the keuchik and supervision from the Gampong Government and Tuha Peut in the implementation of Islamic law is not perfect. Purpose: to find out government communication between the Gampong Government and Tuha Peut in administering government based on Islamic law in Gampong Bakistrih and what factors hinder government communication between the Gampong Government and Tuha Peut in administering government in Gampong Bakgarish, Montasik District. Methods: This study uses a qualitative descriptive method then the sample technique used is purposive sampling. Results: government communication between the gampong government and Tuha Peut in the administration of government in Gampong Bakcirih, Montasik District, Aceh Besar Regency, namely by using the Malayau Hasibuan concept as in partnership, consultation, coordination, have shown good communication, it's just that Tuha Peut has not been optimal in accommodating the aspirations of the community, and also in the implementation of government programs there are still problems in development in the village. Conclusion: Government communication between the Gampong Government and Tuha Peut has been going well such as in making regulations, holding meetings, and in implementing Islamic law, but in the implementation of development it has not been well informed and also in the completeness of administrative meetings such as attendance has not been heeded properly. The factors that hinder government communication are facilities, communication patterns, not understanding the function and the absence of socialization from the Gampong government related to the Tuha Peut function. In order to improve government communication between the gampong government and Tuha Peut in the administration of government, it is recommended that an improvement in planning is needed so that no development will be delayed due to being rejected by the community and also the need for socialization of the duties and functions of Tuha Peut to the community so that governance runs well . Keywords: Government Communications, Gampong Government, Tuha Peut ABSTRAK Permasalahan/Latar Belakang (GAP): (Berisi background yang melatarbelakangi penelitian). Kurangnya koordinasi antara Pemerintah Gampong dan Tuha Peut seperti anggota Tuha Peut jarang ke kantor akibatnya tatap muka dengan keuchik berkurang dan juga pengawasan dari Pemerintah Gampong dan Tuha Peut dalam pelaksanaan syariat islam belum optimal. Tujuan: untuk mengetahui komunikasi pemerintahan antara Pemerintah Gampong dan Tuha Peut dalam penyelenggraaan pemerintahan berdasarkan syariat islam di Gampong Bakcirih serta faktor apa yang menghambat komunikasi pemerintahan antara Pemerintah Gampong dan Tuha Peut dalam penyelenggaraan pemerintahan di Gampong Bakcirih Kecamatan Montasik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif kemudian teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Hasil/Temuan: komunikasi pemerintahan antara pemerintah gampong dan Tuha Peut dalam penyelenggaraan pemerintahan di Gampong Bakcirih Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar yaitu dengan menggunakan konsep malayau hasibuan seperti dalam kemitraan, konsultasi, koordinasi , sudah menunjukkan komunikasi yang baik, hanya saja Tuha Peut belum maksimal dalam menampung aspirasi masyarakat, dan juga dalam pelaksanaan program pemerintahan masih ditemukan masalah dalam pembangunan di gampong.Kesimpulan: komunikasi Pemerintahan antara Pemerintah Gampong dan Tuha Peut sudah berjalan dengan baik seperti dalam pembuatan regulasi , pelaksaan rapat, dan dalam pelaksanaan syariat islam akan tetapi dalam pelaksanaan pembangunan belum dinformasikan dengan baik dan juga dalam kelengkapan adminidtrasi rapat seperti absensi belum diindahkan dengan baik. Adapun faktor- faktor yang menghambat Komunikasi pemerintahan yaitu sarana, pola Komunikasi, tidak memahami fungsi dan tidak adanya sosialisasi dari pemerintah Gampong terkait dengan Fungsi Tuha Peut. Guna meningkatkan komunikasi pemerintahan antara pemerintah gampong dan Tuha Peut dalam penyelenggaraan Pemerintahan, disarankan diperlukan adanya peningkatan dalam hal perencanaan sehingga tidak ada pemebangunan yang akan tertunda dikarenakan ditolak oleh masyarakat dan juga diperlukannya sosialisasi tentang tugas dan fungsi Tuha Peut kepada masyarakat agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan Baik. Kata kunci: Komunikasi Pemerintahan, Pemerintah Gampong, Tuha Peut

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Politics and Government > Applied Indonesian Politics
Depositing User: Politik Indonesia Terapan
Date Deposited: 10 Jun 2022 09:10
Last Modified: 10 Jun 2022 09:10
URI: http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/8469

Actions (login required)

View Item View Item