Bani, Ricardo Couto and Kurniawati, Layla (2026) PENERAPAN CALL CENTER 112 DALAM KERANGKA ADOPSI INOVASI LAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA. Diploma thesis, institut pemerintahan dalam negeri.
|
Text
REPOSITORY_33.0696_Ricardo Couto _PENERAPAN CALL CENTER 112 DALAM KERANGKA ADOPSI INOVASI LAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA.pdf Download (444kB) |
Abstract
Permasalahan (Kesenjangan Penelitian/Research Gap): Penerapan Call Center 112 di Kabupaten Timor Tengah Utara belum sepenuhnya optimal, ditandai keterbatasan infrastruktur, koordinasi antar instansi yang belum konsisten, serta rendahnya kualitas partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan darurat. kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana penerapan layanan call center 112 dalam kerangka adopsi inovasi pelayanan publik serta faktor pendukung dan penghamat implementasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan layanan call center 112 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya di Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, analisis dilakukan menggunakan Public Service Innovation Adoption Theory (PSIAT) melalui dimensi teknologi, organisasi, lingkungan institusional, serta nilai publik dan partisipasi masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, dan telaah dokumen, sedangkan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan penerapan call center 112 telah berjalan sebagai inovasi layanan publik digital, namun belum optimal. Dimensi teknologi masih menghadapi keterbatasan perangkat dan jaringan, dimensi organisasi menghadapi kendala kapasitas SDM Dan koordinasi respons, dimensi institusional didukung regulasi namun belum diikuti penguatan implementasi, sedangkan dimensi partisipasi masyarakat dihadapkan tingginya panggilan tidak valid dan kesenjangan akses layanan. Faktor pendukung utama berupa dukungan regulasi, komitmen kelembagaan, dan kolaborasi lintas instansi, sedangkan hambatannya meliputi infrastruktur terbatas, rendahnya literasi publik, dan prank call. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa layanan 112 telah diadopsi namun efektivitasnya memerlukan penguatan kapasitas sistem dan edukasi publik. Kata kunci: Adopsi Inovasi; Call Center 112; Pelayanan Publik Digital; PSIAT; Responsivitas
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JQ Political institutions Asia |
| Divisions: | Campus > IPDN Kampus Jatinangor |
| Depositing User: | Fakaultas Manajemen Pemerintahan |
| Date Deposited: | 20 Jun 2026 07:50 |
| Last Modified: | 20 Jun 2026 07:50 |
| URI: | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/26469 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


