PEMANFAATAN QRIS SEBAGAI ALAT BANTU TRANSAKSI DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA : PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DAN RESOURCE BASED VIEW

afif, thoriq and Zahrati, Wenty (2026) PEMANFAATAN QRIS SEBAGAI ALAT BANTU TRANSAKSI DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA : PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DAN RESOURCE BASED VIEW. Diploma thesis, institut pemerintahan dalam negeri.

[img] Text
33.0986_THORIQ AFIF_PEMANFAATAN QRIS SEBAGAI ALAT BANTU TRANSAKSI DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DAN RESOURCE BASED VIEW.pdf

Download (320kB)

Abstract

Permasalahan (Kesenjangan Penelitian/Research Gap): Perkembangan transaksi digital di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat, namun tingkat pemanfaatan QRIS oleh pelaku UMKM masih belum merata. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada pengaruh QRIS terhadap pendapatan maupun faktor penerimaan teknologi secara terpisah. Masih terbatas penelitian yang mengintegrasikan aspek penerimaan teknologi dengan kemampuan sumber daya internal UMKM dalam menjelaskan keberhasilan adopsi QRIS, khususnya pada konteks daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan QRIS sebagai alat bantu transaksi dalam pengembangan UMKM di Provinsi Sulawesi Tenggara melalui pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan Resource-Based View (RBV). Metode: Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 107 pelaku UMKM pengguna QRIS dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan dan dianalisis menggunakan pendekatan VRIO. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan QRIS berada pada kategori sangat tinggi. Nilai rata-rata Perceived Usefulness sebesar 4,753, Perceived Ease of Use sebesar 4,798, Attitude Toward Using sebesar 4,735, dan Behavioral Intention to Use sebesar 4,806. Pengujian hipotesis menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara Perceived Usefulness terhadap Attitude Toward Using (β=0,406), Perceived Ease of Use terhadap Attitude Toward Using (β=0,473), serta Attitude Toward Using terhadap Behavioral Intention to Use (β=0,659). Hasil kualitatif menunjukkan bahwa literasi digital, ketersediaan infrastruktur teknologi, kemampuan manajerial, dan dukungan kelembagaan menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi QRIS pada UMKM. Kesimpulan: Pemanfaatan QRIS pada UMKM di Provinsi Sulawesi Tenggara telah berjalan dengan baik dan memperoleh tingkat penerimaan yang sangat tinggi. Penguatan literasi digital serta peningkatan kapasitas sumber daya internal UMKM perlu terus dilakukan guna mendukung keberlanjutan transformasi digital sektor UMKM. Kata kunci: QRIS; Resource-Based View; Technology Acceptance Model; Transaksi Digital; UMKM

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia
Divisions: Campus > IPDN Kampus Jatinangor
Depositing User: Fakaultas Manajemen Pemerintahan
Date Deposited: 20 Jun 2026 07:35
Last Modified: 20 Jun 2026 07:35
URI: http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/26465

Actions (login required)

View Item View Item