Collaborative Governance Dalam Percepatan Penurunan Rabies Di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Gundisalvus Allesandro Dey Putra, Sandro and Merintha Suryapuspita, Merintha (2024) Collaborative Governance Dalam Percepatan Penurunan Rabies Di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Other thesis, Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

[img] Text
REPOSITORY_31.0781_GUNDI.pdf

Download (511kB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melanjutkan peran pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Penanganan penyakit menular Rabiesdalam hal ini mengurangi angka kasus Rabiesyang penularannya sangat cepat. Penelitian ini menggunakan teori kualitatif dengan yang menggunakan data yang menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), membutuhkan pendekatan kolaboratif dalam pemerintahan. Konsep collaborative governance menjadi kunci dalam mengatasi tantangan yang kompleks ini. Rabies, sebagai penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten TTS, memerlukan kerja sama lintas sektor dan lintas batas untuk mengurangi dampaknya. Dalam konteks ini, collaborative governance menekankan pentingnya partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, LSM, masyarakat, dan sektor swasta, dalam merumuskan kebijakan, mengimplementasikan program-program pencegahan, dan mengelola penanganan kasus. Dengan pendekatan ini, upaya-upaya untuk mengendalikan penyebaran Rabiesdi Kabupaten TTS dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Collaborative Governance, Rabies, Penyakit Menular Abstract This research aims to continue the role of the government of South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara province in handling the infectious disease rabies, in this case reducing the number of Rabiescases which spread very quickly. This research uses qualitative theory using data using observation, interviews and documentation in South Central Timor Regency (TTS), requiring a collaborative approach in government. The concept of collaborative governance is key in overcoming this complex challenge. Rabies, as an infectious disease that is still a public health problem in TTS Regency, requires cross-sector and cross-border cooperation to reduce its impact. In this context, collaborative governance emphasizes the importance of active participation from various stakeholders, including government, NGOs, society and the private sector, in formulating policies, implementing prevention programs and managing case handling. With this approach, efforts to control the spread of Rabiesin TTS Regency can be more effective and sustainable. Keywords: Collaborative Governance, Rabies, Infectious diseases

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Depositing User: Kebijakan Pemerintahan FPP
Date Deposited: 25 Jul 2024 05:01
Last Modified: 25 Jul 2024 05:01
URI: http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19961

Actions (login required)

View Item View Item