PEMBERDAYAAN SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KENTENTERAMAN DAN KETERTIBAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT

AKBHAR, HADAD MAULUDDIN (2023) PEMBERDAYAAN SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KENTENTERAMAN DAN KETERTIBAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT. Other thesis, Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

[img]
Preview
Text
REPOSITORY PEMBERDAYAAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT BANDUNG.pdf

Download (446kB) | Preview

Abstract

ABSTRACT(in english) Problem Statement/Background (GAP): Regulation of the Minister of Home Affairs Number 26 of 2020 explains that public protection is all efforts and activities carried out in the context of protecting the community, including helping to maintain peace, security and public order. the first to go directly to the community when a conflict occurs is still being neglected. The Satlinmas in Rancaekek District still lack facilities/infrastructure that support Satlinmas activities such as the absence of vehicles for patrols in several villages. Rancaekek District only has 3 (three) security posts.Purpose:The purpose of this study was to find out, analyze and describe the empowerment of community protection units in increasing peace and order in the environment in Rancaekek District, Bandung Regency, West Java Province, the inhibiting factors and efforts to overcome and optimize them.Method: This study used a qualitative research design with descriptive methodsandinductiveapproaches.Datacollectiontechniqueswerecarriedoutbyobservation,interviews,anddocumentation. In thisstudy, the informantswere determined through purposive and snowballsampling techniques. The data analysis technique is carried out by data reduction, data presentation,anddrawingconclusions.Result:The results of the research were analyzed using Empowerment theory according to Jim Ife (1995: 182) which consists of 4 (four) dimensions, namely: resources, opportunities, knowledge and skills which show that the ability of the Satlinmas to increase peace and security in the Rancaekek area has been going well with the opportunities, knowledge and skills provided by the government. However, the existing budget is still lacking in empowering Satlinmas by providing resources. Regarding the availability of operational costs, the Satlinmas in Rancaekek District, Bandung Regency have insufficient incentives, which are their right to carry out their duties. This is due to the limited government budget and the minimal operational costs that belong to Satlinmas.Conclusion: In order to overcome the obstacles experienced, it is suggested that local governments can reactivate the Environmental Security System (Siskamling); conduct patrols and guards; and coordinating with Babinsa (TNI) and Babinkamtibmas (POLRI). Keywords:Empowerment, Satlinmas, Peace, Order. ABSTRAK(in bahasa) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020 menerangkan bahwa perlindungan masyarakat adalah segala upaya dan kegiatan yang dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat, termasuk membantu memelihara keteneteraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat.Pada saat ini, keberadaan satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas) yang merupakan jajaran keamanan pertama yang turun langsung di masyarakat ketika terjadi konflik masih terabaikan.Satlinmas di Kecamatan Rancaekek masih kekurangan sarana/prasarana yang menunjang kegiatan Satlinmas seperti belum adanya kendaraan untuk patrolu di Beberapa desa, hal ini dilihat dari kelengkapan fasilitas Satlinmas yang masih seadanya serta jumlah pos kamling yang belum tersedia secara merata dengan rata-rata tiap desa di wilayah Kecamatan Rancaekek hanya memiliki 3 (tiga) pos kamling.Tujuan:Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahui,menganalisisdanmendeskripsikan pemberdayaan satuan perlindungan masyarakat dalam meningkatkankententeraman dan ketertiban lingkungan diKecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat, faktor penghambat sertaupayauntukmengatasidanmengoptimalkannya.Metode:Penelitianinimenggunakandesainpenelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan datadilakukandenganobservasi,wawancara,dandokumentasi.Dalampenelitianiniinformanditentukanmelaluiteknikpurposivedansnowballsampling.Teknikanalisisdatadilakukandenganreduksidata,penyajiandata,danpenarikankesimpulan.Hasil/Temuan:HasilpenelitianyangdianalisismenggunakanteoriPemberdyaan menurut Jim Ife (1995:182) yang terdiri dari 4 (empat) dimensi yaitu: sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keterampilan yang menunjukan bahwa Kemampuan Satlinmas untuk meningkatkan ketenteraman dan mengamankan di wilayah Rancaekek telah berjalan dengan baik dengan adanya kesempatan, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh pemerintah.Namun anggaran yang ada masih kurang dalam pemberdayaan Satlinmas yaitu dengan menyediakan sumber daya. Terkait dengan ketersediaan biaya operasional, Satlinmas di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung memiliki insentif yang masih kurang, yang menjadi hak mereka dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dikarenakan terbatasnya anggaran pemerintah minimnya biaya operasional yang menjadi hak Satlinmas.Kesimpulan: Gunamengatasihambatanyangdialamidisarankanagar pemerintah daerah dapat mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling); melakukan patroli dan penjagaan; dan melakukan koordinasi dengan babinsa (TNI) dan babinkamtibmas (POLRI). Katakunci: Pemberdayaan, Satlinmas, Ketenteraman, Ketertiban

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Politics and Government > Governance Policing Practice
Depositing User: Praktik Perpolisian Tata Pamong FPM
Date Deposited: 22 May 2023 03:42
Last Modified: 22 May 2023 03:42
URI: http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12474

Actions (login required)

View Item View Item