EFEKTIVITAS PROGRAM LANDSLIDE EARLY WARNING SYSTEM (LEWS) DALAM UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

putrianty, magdalena (2022) EFEKTIVITAS PROGRAM LANDSLIDE EARLY WARNING SYSTEM (LEWS) DALAM UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Diploma thesis, Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

[img]
Preview
Text
Template Ringkasan Skripsi Praja (Magdalena D. Putrianty_29.1314_Efektivitas Program Landslide Early Warning System (LEWS) dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tengga.pdf

Download (410kB) | Preview

Abstract

Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tercatat bencana tanah longsor yang terjadi di daerah Nusa Tenggara Timur untuk tahun 2014 ada 581 kejadian dan 3 kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2018 yaitu 637 kejadian. Bersumber pada data kajian resiko bencana, Kabupaten Sikka merupakan sebuah wilayah yang mempunyai indeks resiko bencana yang tinggi. Bencana tanah longsor menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, selain kerugian harta benda kadang-kadang juga menimbulkan korban jiwa manusia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Landslide Early Warning System (LEWS) dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumen-dokumen sebagai teknikpengumpulan data. Analisis Landslide Early Warning System (LEWS) dalam upaya pengurangan resiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sikka menggunakan teori Richard M. Steers dalam pengukuran efektivitas yaitu Pencapaian Tujuan, Integrasi, dan Adaptasi adapun dalam pengukuran faktor yang mempengaruhi efektivitas yaitu Karakteristik Organisasi, Karakteristik Lingkungan, Karakteristik Pekerja dan Karakteristik Manajemen. Hasil/Temuan : Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa landslide early warning system (lews) dalam upaya pengurangan resiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur masih belum efektif dilihat dari kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, kurangnya integrasi antar lembaga terkait penanggulangan bencana tanah longsor, dan kurangnya biaya operasional yang bisa digunakan untuk biaya perawatan alat peringatan dini tersebut. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa Efektivitas Program Landslide Early Warning System (LEWS) dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut Efektivitas Program Landslide Early Warning System (LEWS) dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Sikka dinilai sudah efektif. Hal ini peneliti peroleh berdasarkan pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Masih ada beberapa masalah yang diperoleh selama menjalankan program tersebut yaitu kurang adanya perhatian atau pemantauan dari pemerintah daerah mengenai cara kerja dari alat peringatan dini tersebut, pemerintah juga tidak menyiapkan dana untuk biaya perawatan dari alat peringatan dini tanah longsor tersebut. Kata Kunci : Efektivitas, Landslide Early Warning System (LEWS), Tanah Longsor

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Goverment Management > Safety Management and Public Security
Depositing User: Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik FPM
Date Deposited: 12 Jul 2022 03:07
Last Modified: 12 Jul 2022 03:07
URI: http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/11136

Actions (login required)

View Item View Item